Posted in Love Actually

Merayakan Kehilangan

Hasil gambar untuk kehilangan

Put some word into a line, pour them huge emotions, and finally make them alive.
Within the blue sky with no dark clouds, I can see things clearly.
Within my purest heart with no regret, I live my life better.
Like the ancient said, “past is always tense, the future is perfect”.
And having you, i’ll be overwhelmed grateful.
#MerayakanKehilangan

Posted in Love Actually

Sajak Patah

Kadang di saat kamu berpikir kamu sudah menemukan orang yang bisa bikin kamu bahagia….
Tuhan becanda dengan membuatnya pergi jauh…
Sangat jauh…

Hal yang bisa kamu lakukan saat orang yang kamu cintai ingin pergi mencari kebahagiaannya sendiri, adalah mendoakan ia selalu dalam kebaikan…

Apakah kamu akan meminta orang yang kamu sayang untuk tinggal, sementara kamu tahu, pergi akan membuat dia bahagia dan jadi lebih baik..???

Semoga tuhan melapangkan setiap hati yang ditinggalkan…. Semoga tuhan menguatkan setiap hati yang merelakan.

Posted in Love Actually

Bukan Filosofi Kopi

Perbanyak Minum Kopi Menurunkan Khasiat Kafein bagi Tubuh

 

Cowok itu harus serupa kopi. Dia pekat, dia gelap, dia pahit, dan manisnya hanya terasa bagi yang sudah cocok sama dia. Ini menandakan cowok tuh memang harus berbeda dari cewek, dia harus terlihat gagah dan berwibawa, itulah yang dinamakan mempunyai pekat sendiri.

Kalau gelap, maksudnya pria memang seharusnya misterius-misterius gitu, nggak mudah ditebak. Karena itu yang membuat dia menjadi lebih berhaga di mata kita.

Sedangkan pahit, artinya cowok itu nggak seharusnya mudah ditundukkan, dia harus punya pendirian, tapi kepahitannya itulah yang menjadikan candu bagi beberapa penikmat kopi.

Dan yang terakhir, dia tidak harus mengumbar-umbar sifat manisnya. Namun kepada orang yang menurut dia tepat, dia bisa memberikan kenikmatan pahit manis yang ngebuat candu bagi penikmatnya..

Jadi intinya, cewe itu butuh cowok yang bisa memberikan kenyamanan. Gak peduli bentuk luarnya seperti apa, karena hati wanita selalu hidup dan tumbuh pada sifat prianya

Posted in Love Actually

Midnight (Honestly)

https://i0.wp.com/sarungpreneur.com/umumkan/wp-content/uploads/2015/12/Bersikap-Lemah-Lembut-pada-Pasangan.jpg

 

Subway yang kami naiki sampai di Austin Dictric. Berhenti sejenak di stasiun JLC – 11. Terdengar suara dengan nada datar dari pengeras suara yang ada dipojok gerbong Subway. Mendengar suara itu aku terbangun dari sandaran bahu Richard.

“Ini adalah salah satu stasiun favoritku, kau tau itu kan?” Kataku masih mengantuk
“Aku tau. Kau sampai terbangun , dan aku juga kagum akan design stasiun ini.” Rich berkata sambil tersenyum.

Gerbong yang kami naiki sangat nyaman, tentu saja aku selalu memilih gerbong bisnis. Aku tidak begitu suka duduk saling berhadapan dengan orang asing. Subway ini melaju dari Finning menuju St. Nashville tempat kami akan mengadu nasib.

“Drew, aku sangat mencintaimu.” Rich berbisik aku hanya tersenyum dibalik bahunya

Kami berdua teman di kelas bahasa pada saat sekolah menengah. Aku tak pernah berfikir bahwa aku akan mengenal Rich lebih dekat. Aku hanya menganggap Rich sebagai teman biasa. Aku bahkan sering membentaknya karena sering memanfaatkan kepintaran ku dalam pelajaran bahasa. Rich bukan pria tampan dan menarik. Bukan seperti pria ekspetasiku.

Akhirnya kami tiba di stasiun Gusta St. Nashville distric. Kami tinggal di apartemen milik keluargaku. Saat menjelang tidur, percakapan kejujuran pun terjadi.

“Kita sudah bersama sejak lima tahun lalu. Dan selama itu pula aku mencintaimu. Sekarang bagai mana perasaanmu?” tanya Rich lembut
“Benarkah sudah selama itu? Apa benar selama itu rongga hatimu tak terisi pria lain?” Tanyaku
“Aku tidak memaksakan diriku untuk mencintaimu, tapi kenyataannya aku hanya bisa mencintaimu.” Jawab Rich dengan mata sendunya
“Saat masih di SMA aku beberapa kali jatuh cinta. Saat di universitas bertemu banyak orang. Rasanya sudah tak terhitung pria yang pernah kucintai. Namun, aku hanya mencintai. Aku belum pernah berkomitmen. Sampai detik ini .”
“Artinya kita sama.” Kata Rich
“Tentu berbeda, aku masih memberi diriku kesempatan untuk jatuh cinta pada siapapun.” Sanggah ku.

Dengan lembut Rich menyentuhku. Aku terbawa suasana, dan kami saling menatap.

“Aku tak menyangka ada lelaki yang begitu mencintaiku. Sungguh, di dunia pelangi ini cinta ibarat cerita mitos. Ah, andai hidupnya lebih baik, aku pasti tak akan ragu. Dan aku berharap tidak akn bertemu lelaki yang menarik agar aku bisa memberinya kesempatan.” Aku bergumam dalam hati

Kami saling menyentuh, kelopak bibir kami berpautan dengan lembut. Lalu berdekapan sebelum akhirnya menuju King Bed dan menanggalkan jins dan t-Shirt yang kami pakai.

 

***

Tiga Tahun kemudian….

Pagi yang sempurna untuk berangkat kerja. Suhu diluar terasa sangat hangat. Secangkir Machiato menemani awal pagiku. Aku selalu senang dengan wangi awal musim panas, seakan alam memberiku energi.
Aku berkeja di News Daily. Menulis dan menyunting adalah job desk utamaku. Ini adalah pekerjaan impianku. Aku mulai menyukai kegiatan menulis ketika aku terlibat di majalah sekolah dulu. Dikantor aku berteman cukup dekat denagan Timothy Turner dia berasal dari pinggiran Nordstrom. Tim adalah kepala bagian redaksi berita.

“Hey Little.. sore nanti kamu sibuk?”
“Aku punya tiga artikel lagi yang mesti disunting.” Jawabku masih terfokus pada layar monitor
“Well.. aku ingin mengajakmu makan malam dan pulang bersama.” Tim berkata dan sambil duduk dimeja kerja ku.
“Baiklah aku bersedia. Saiapa yang akan menolak makan gratis.” Jawabku sambil tersenyum
“Okay, pukul enam ku tunggu di basement.”

Pukul enam sore, Tim menungguku di dalam mobil SUV silver miliknya. Kami berangkat dengan alunan musik Jazz yang sengaja diputar oleh Tim.
Tim mengajakku ke restoran Italia yang letaknya 6 block dari gedung kantor kami. Biasanya Tim hanya mengajakku makan mie di daerah pecinaan atau foodtruck yang menyediakan makanan Mexico. 15 menit kemudian kami sampai di restoran yang bertuliskan Rak Pazta. Suasana Restoran ini sangat romantis. Sungguh, dengan lampu yang temaram dan hiasan yang menabah kesan cinta.
Aku memesan Cream Biscut Sisilia, Fettucine cream mushroom dan Wine.

“Hei Buddy, kau tampak agak gelisah. Ada apa?” Aku bertanya usai makan
“Em.. I need tell you something.” Tim berkata dengan gugup.

Dengan gerakan canggung lagi kikuk Tim meraih sesuatu dari saku stelan celana Slim Fit miliknya. Ia mengeluarkan benda kecil dari kotak merah mungil.

“Andrew Harisson kau bersedia jadi kekasihku dan mennjadi teman hidupku nanti?” Tanya Tim agak gugup.
“Wow… kau mengatakan dua keinginan sekaligus. Yakin akan mengisi rongga hatimu dengan pria seperti ku?”
“Aku tidak memaksakan dirikumencintaimu. Tapi, aku mencintaimu.” Kali ini Tim serius

Aku tercengang dengan kata-kata yang baru saja terlontar dari bibir tipis Tim. Ada seseorang yang sebelumnya mengatakan hal yang sama padaku.

“Drew…?” Tim memanggil dengan wajah heran.
“Em…? Iya aku bersedia.” Jawabku spontan.

Ya Tuhan, aku bicara apa sih? Seseorang disana merasakan sesuatu tidak ya? Terluka misalnya.

Dalam perjalanan pulang, aku melihat tak henti-hentina senyum muncul diwajah Tim. Sebaliknya, aku merasa terpuruk.

Rich, aku sudah memberimu kesempatan untuk belajar dan memperbaiki kehidupanmu. Tapi ini sudah tiga tahun berlalu…

“Sampai besok, little. Jangan lepas cincin itu ya.” Tim Pamit

Sepanjang malam aku berpikir apakah aku layak berad disamping Tim. Aku bukan sosok yang sempurna untuknya. Sikapku agak ketus, kurang percaya diri, dan kurang jujur pada doiri sendiri. Setiap kali seseorang hadir dalam hidupku. Aku selalu mengkhawatirkan keluarganya. Bisakah keluarganay menerima ku. Ini yang membuatku takut untuk melangkah maju. Dan malam itu aku memimpikan seseorang

***

Setiba di kator, aku langsung mengerjakan tugasku. Menulis, membaca, lalu menyunting ini itu. Tiba-tiba mataku tertuju pada seseorang dalam gambar dengan latar belakang sebuah toko. Termuat di laporan Rubrik Enterpenhur. Oh Tuhan, aku bisa mati lemas.

Satu jam kemudian aku mendapati diriku berlari seperti orang kerasukan menuruni tangga. Tim sekilas melihat aksi tak wajar ku itu.
“Jelas dia sedang panik”. Gumam Tim pelan

Aku tiba didepan sebuah toko dengan papan nama unik Artic Sauvez. Aku tersenyum sendiri mengingat kemampuan bahasa asing pemiliknya. Aku menemui penjaga toko dan mengatakan ingin bertemu pemilik.

“Maaf, saya hanya ingin memastikan. Siapa pemilik toko ini?” tanyaku pada pemuda berpenampilan rapi ini.
“Nama pemiliknya Mr. Skylark,” jawab pemuda itu dengan halus.
“Maksudmu Richard Skylark?” tanyaku memastikan lagi.
“Iya.”

Baiklah tidak salah lagi.

“Tolong, saya ingin bertemu dengannya. Saya seorang teman lama,” Kataku mantap

Si pemuda penjaga toko itu mengangguk lalu masuk kedalam ruangan. Aku berdiri ketika pemuda itu memperilahkanku masuk keruangan itu. Saat itulah aku melihatnya. Kau tidak kacau seperti dulu. Apa yang sudah kauperbuat? Banyak hal?

“Hi. Apa kabar? Kau baik-baik sajakan? Sudah tiga tahun kita tak jumpa,” Aku kesulitan memilih kata-kata.
“Aku senang kau berhasil melakukan sesuatu. Aku mengetahui keberadaanmu dari laporan reporter untuk rubrik entrepreneur yang kusunting.”
“Hei? Kau dengar aku? Aku senang bisa melihatmu.”
Aku mulai khawatir, wajah Rich dari tadi tak menunjukan ekspresi apapun. Dia hanya memandangi ku dari atas sampai bawah. Aku mulai gusar. Penampilanku agak berantakan karena terburu-buru.

“Maaf, aku telah menganggu aktivitasmu. Aku akan pergi dari sini. Semoga kau selalu sehat,” Lalu aku beranjak.

Saat aku hendak pergi tanganku menyenggol cangkir kopi di atas meja. Kopi itu tumpah dan cangkirnya pecah. Aku panik, lalu memunguti pecahan cangkir dengan tanganku. Karena ceroboh, darah seketika keluar dari jari-jari tangan kiriku. Aku melirik Rich dengan pandangan memohon agar ia melakukan sesuatu. Tetapi Rich hanya memandangiku.

Pemuda penjaga toko tadi masuk dan menolongku membersihkan pecahan kaca dan noda kopi di lantai maupun di kemeja ku. Ia juga memberikan tissueuntuk menyeka darah dijariku.

“Jimmy, kau boleh pergi,” Kata Rich akhirnya.

Seketika itu rich menarik tanganku dan memberi isyarat untuk duduk. Dengan lembut Richmembersihkan darah pada lukaku dan mengobatiku.

“Cincin ini membuat lukamu tak dalam.” Kata Rich tenang. Aku terdiam
“Jadi siapa orang ini?”
“Apa maksudmu?” tanya ku.
“Sudahlah…”Rich memotong “Oh ya, aku ingin makan siang denganmu. Ada waktu?” tanyanya. Aku mengangguk.

Sepanjang siang itu kami habisjan dengan saling minta, mengobrol dan lainnya.

“Rich, aku mohon jangan lupakan harapan dan mimpimu. Tiga tahun ini aku sudah memberimu kesempatan untuk belajar menghadapi pria dan segala keinginannya. Dan juga memperbaiki hidupmu. Ternyata kau berhasil…” terangku saat hendak pulang.
Rich hanya mengangguk sambik tersenyum.

 

***

Setelah pertemuan siang itu, hari-hari selanjutnya kami sering bertemu. Kami saling menyapa di Whatsaap. Bahkan saat aku bersama Tim. Melihat perubahan sikap ku yang ceria saat menerima pesan di WA, Tim mulai curiga.

Tim medapati ku bergandengan tangan dengan seseorang. Tim menguntit kami samapai ke sebeuah pantai. Seselai ia mendengar pembicaraan kami. Akhirnya ia menyerah dan pulang kerumah.
Keesokan harinya dikantor Tim banyak diam. Sehabis jam pulang kantor Tim mengajak ku makan malam. Tim akan mengintrogasiku.

“Drew, kemarin aku melihat mu dengan lelaki lain. Kalian tampak begitu akrab. Siapa dia?” Tanpa banyak pemanasan Tim langsung bicara. Aku langsung tersedak.

“Mmm.. Dia hanya seorang teman dekat saat berada di sekolah dulu. Karena itulah kami terlihat akrab. Pernah dulu kuceritakan padamu. Kau ingatkan? Dia yang pernah mencintaiku….” jawab ku
“Apa kau sekarang berbalik mencintainya? Kau tahu aku akan menjadikanmu eman hidupku…,” tambah Tim.

Pertanyaan itu tak perlu kujawab. Aku hanya tertunduk. Dan akhirnya aku mengatakan ingin segera pulang. Di perjalanan kami hanya terdiam. Saat itu tanpa terduga pipiku basah. Melihat itu Tim menghentikan laju mobil.

“Kenapa berhenti?” tanya ku
“Kenapa menangis?” Tim balik tanya
“Aku tak tahu apa yang terjadi kepadaku. Tapi sejak menerimamu menjadi kekasihku, aku merasa terluka,sakit. Makin hubungan ini berlanjut, rasanya semakin sakit . dulu aku tak begitu mengharapkannya. Tapi kau semakin mengingatkanku padanya,” jawabku sesunggukan
“Kau merasa membohongi dirimu sendiri? Bahwa kau sebenarnya mencintainya, bukan mencintaiku?”

Tim menyodorkan tissue. Ini kali pertama Tim melihatku begitu terpuruk. Dan aku mengangguk menjawab pertanyaan tadi.

“Astaga,little! Kau ingin aku berbuat apa? Sikapmu selama ini berubah. Sering murung. Kau tau aku tidak suka itu. Kau ingin kubuat bahagia? Bagai mana caranya?”

Tim sangat sabar. Dan itu membuat tagisku makin pecah. Aku tak bisa berkata apapun.

Kenapa kau sama lembutnya dengannya? Kenapa dengan kalian? Tak bisakah kalian berbuat agak kasar? Menammparku atau apalah. Toh aku pantas mendapatkannya.

Tangisku semakin menjadi. Dan tim menjadi panik.

Look Drew.. What should i do? Kau ingin bertemu dengannya? Baiklah kita akan kesana dan bicara,” kata Tim

Aku memengangi tangan Tim, memohon untuk membatalkan rencana yang terdengar konyol itu.

***

Sampai di depan Cluster milik Rich, kami tak langsung keluar. Tim mengatakan bahwa ia tak akan menemui Rich. Cukup aku saja yang akan menjelaskann. Dan kali ini Tim memohon kejujuran dariku.

“Kau harus siap mengatakan semuanya padanya. Apa yang terjadi, apa yang kau rasakan dan apa yang kau harapkan darinya sejak dulu. Aku akan menunggumu disini,” Tim berkata sambil mengelus pipiku.
“Kau tak marah karena hal ini?Kenapa kau rela?Aku sangat mengkhawatirkanmu,”tanyaku gundah.
“Sudah saatnya kau jujur dengan apa yang kau ingin ka. Sudah sejak lama, kan?Apalagi yang kau tunggu?Ini kesempatan terkhirmu.Temui dia,dan bicaralah.”

Aku mengangguk lalu mengatur naoas. Tim tau ini tak mudah banginya. Sesaat dia menarik tanganku. Menyentuh jari manisku. Lalu perlahan melepas benda bundar berkilat yang dulu ia pasang disitu.

“Kau lebih santai tanpa ini,”kata Tim lembut.

Benar saja, Aku merasa beban tak tampak itu seketika hilang. Aku merasa tubuhku lebih ringan. Perlahan mulai bisa tersenyum. Saat itulah tim menarik tubuhku mendekat. Kami berpelukan, sangat erat. Tim mengelus bahuku seraya memberiku kekuatan.

Aku mengetuk pintu enam kali sampai akhirnya penghuninya muncul. Melihatku berdiri di hadapannya Rich menghambur memelukkudan menarik masuk kedalam rumah. Pintu ditutup. Artinya kami tak melihat seseorang menagis dalam diam diluar sana. Dan benar saja Tim menitikan air mata

***

Mendengar penjelasanku yang menggebu. Rich agak bingung.

“Maksudmu kau sudah menentukan piliha?” Aku mengangguk.
“Lalu siapa yang kau pilih?Lelaki itu?”
“Dengar baik-baik Rich. Aku memilihmu.”

Sesaat Rich ternganga dan akhirnya bisa mengendalikan emosi. Ia memelukku dengan dengan hangat. Tak terbayangkan olehnya akan memiliku selama hidupnya.

Dan aku baru teringat Tim menunggu kami diluar. Kami keluar dengan bergandeng tangan. Rich menjabat tangan Tim dengan hangat. Mengatakan terimakasih atas kesempatan yang ia berikan untuk kami.

“Dia pria yang sangat baik Drew, kau beruntung pernah menjadi bagian ceritanya,” Bisik Rich

 

Kami bertiga tersenyum lepas.
Seseorang datang dalam kehidupan. Disatu sisi kita merasa belum siap. Tetapi di sisi lain kita ingin menjadikan orang itu milik kita selamanya. Pesan ini selalu ku ingat dari sebuah Film drama Hollywood. Begitulah akhir malam kejujuran.

Posted in Love Actually

Kiasan Absurd

 

Apa cinta bisa mencinta atau bercinta?
Sama seperti jalan,tak bisa berjalan
Seperti gerak,tak bisa bergerak
Seperti bicara,tak bisa berbicara
Si nulis pun tak bisa menulis

Cinta,terkekang dalam aksara itu hina
semua kata cinta itu hina,kotor,dan menjijikan.
Cinta bukan subjek,objek,atau predikat,
tapi kamu.

Posted in Sexual Healing

“Lepas”

https://mooncrescentblog.files.wordpress.com/2016/11/40cfd-049856900_1470440572-sex.jpg?w=840

Dua orang bercinta menutup luka
Kita berpagutan bibir diatas bibir

Dalam nyatanya kau merindukan poros
Memeluk dari jarak dekat kau merasakan lelehan tulang belulang

Sentuhan kulitnya sepanjang leher
Diantara bantal-bantal
Dua puluh jemari menari riang
Menukar bahasa sonder kata

Gemulai membentuk menampai
Tanganku yang manja
Betismu yang mulia
Kau sungguh-sungguh erotis

Aku ingin menyepi dipinggir tubuhmu

Lelakiku,
Masuklah dalam Makna
Setiap kali nafasmu menyentuh birahi
Saat pijar birahi bergetar di tubuh kita
Sebuah dosa perlahan menjelma hamparan surga

Mencumbumu,
Melontarkan dosa ke balik dinding surga diantara tubuh kita
Adalah fana.

Tercurah tumpah ditubuhmu yang indah apa adanya

Posted in Sexual Healing

Sajak Liar Untuk Kekasih Senja

https://i2.wp.com/cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1225374/original/095041200_1462515457-sex.jpg

 

Sampai nanti, sampai malam…
sementara ini kita nikmati saja cumbu sembari senja melintang di atas sebidang gairah…
kala jemariku menari-nari liar di atas sebidang aksara rindu yang ku benamkan pada tubumu…
dapatkah kau lihat satu-persatu kala cumbu beradu…???
Anggap saja tubuhku pulau tak bertuan…
di mana kamu terdampar di dalamnya…
bersama renungan filosofi senja yang berkubang dalam kepalamu…..
Ya…
aku pulau tak bertuan, maka jadikanlah namamu atasku,…
dihalalkanlah tuan dari pulau menjelajah pada tiap dataran tinggi, pegunungan, lembah, hingga belantara. Di mana dapat kau nikmati segala yang tersaji, teresapi dengan desah, bergumul dengan alam, tanah yang membasah kala kau gali demi menanam bibit….
aku pulau, yang jatuh cinta pada penjelajah, kala ranumnya terdampar di suatu petang. Ketika langit membauri biru dan nila, padanya ditabur benih percikan kemilau, dinamai senja, sebelum langit memejam…
Apa yang terjadi jika kamu punya waktu lebih lama…???

#Enaknyadilamain